Tahapan pembuatan tempe Pabrik Tempe Budianto dari awal hingga siap jual.
Pabrik Tempe Budianto memproduksi 700 batang tempe setiap harinya dengan mengutamakan kebersihan dan kehigienisan di setiap tahap produksi. Proses pembuatan tempe kami mengikuti teknik tradisional yang telah diwariskan selama tiga generasi, mulai dari pemilihan bahan baku hingga pengemasan akhir. Setiap tahapan dilakukan dengan penuh tanggung jawab untuk memastikan kualitas tempe yang konsisten dan aman dikonsumsi.
Tahap pertama dalam pembuatan tempe adalah perebusan kedelai. Kedelai pilihan yang telah dicuci bersih direbus dalam air mendidih hingga matang sempurna. Proses perebusan ini bertujuan untuk melunakkan biji kedelai, memudahkan proses pengolahan selanjutnya, serta memastikan kedelai bebas dari bakteri yang tidak diinginkan.
Perebusan dilakukan hingga kedelai benar-benar empuk dan siap untuk diolah lebih lanjut.
Setelah direbus, kedelai melalui proses penggilingan untuk memisahkan kulit luar dari biji kedelai. Proses ini menggunakan alat penggilingan agar kedelai terbelah dan kulitnya dapat dipisahkan dengan baik. Pemisahan kulit penting dilakukan agar tempe yang dihasilkan memiliki tekstur yang padat dan ragi dapat menyebar merata ke seluruh bagian kedelai.
Setelah digiling, kedelai ditiriskan dan didinginkan sebelum masuk ke tahap berikutnya.
Kedelai yang telah didinginkan dicampur dengan ragi tempe secara merata. Setelah pencampuran ragi, kedelai dimasukkan ke dalam kemasan plastik dan dibentuk menjadi batangan-batangan tempe sesuai ukuran yang diinginkan. Setiap batangan dikemas dengan rapi dan dilubangi kecil-kecil agar sirkulasi udara dapat berjalan dengan baik selama proses fermentasi berlangsung.
Proses ini dilakukan dengan hati-hati untuk menjaga kebersihan dan kualitas produk.
Tempe yang telah dikemas kemudian disimpan di tempat yang bersih dengan suhu dan sirkulasi udara yang terjaga untuk proses fermentasi. Pada tahap ini, jamur Rhizopus (ragi tempe) akan tumbuh dan mengikat biji-biji kedelai sehingga terbentuk tempe yang padat dan berwarna putih merata.
Proses fermentasi berlangsung selama kurang lebih 1–2 hari tergantung suhu lingkungan. Selama proses ini, tempe dipantau secara berkala untuk memastikan kematangan yang optimal.
Setelah proses fermentasi selesai, tempe telah matang dengan sempurna. Tempe yang matang ditandai dengan warna putih merata dari pertumbuhan jamur yang melapisi seluruh permukaan kedelai, tekstur yang padat, serta aroma khas tempe yang segar.
Tempe yang telah matang kemudian dilakukan pengecekan kualitas sebelum masuk ke tahap pengemasan akhir untuk distribusi ke pelanggan.
Tempe yang telah matang dan lolos pengecekan kualitas siap untuk didistribusikan kepada pelanggan. Pabrik Tempe Budianto melayani berbagai jenis pelanggan mulai dari kedai, pedagang sayur, usaha katering, hingga reseller yang mengambil produk setiap hari.
Distribusi dilakukan setiap hari untuk memastikan pelanggan mendapatkan tempe yang segar, berkualitas, dan higienis siap untuk diolah dan dikonsumsi.